Wednesday, August 14, 2019

Ini Pentingnya Retorika Dalam Berbicara Kepada Orang Banyak

Terkadang, kita sering tidak menyadari pentingnya berbicara dalam hidup kita. Banyak orang berbicara sesuai keinginannya, seperti yang mereka inginkan tanpa memikirkan isi pembicaraan mereka. Sebenarnya, berbicara memiliki makna mengucapkan sepatah kata atau doa kepada seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya, untuk memberikan informasi atau untuk memotivasi). Tetapi kita sering mengalami kesulitan mengungkapkan niat dan isi pikiran kita kepada orang lain. Bahkan, seringkali niat yang kami sampaikan berbeda dari yang ditangkap oleh pendengar.

Karena itu, berbicara sangat penting karena yang membedakan manusia dari binatang dan makhluk lain adalah kemampuan berbicara. Manusia adalah makhluk yang mampu berkomunikasi melalui bahasa dan percakapan. Tetapi yang paling mencirikan sifat manusia sebagai manusia adalah kecerdasan dan keterampilan berbicara. Pengetahuan bahasa tidak cukup! Keagungan dan kebesaran seseorang sebagai manusia juga ditentukan oleh kecerdasannya dalam bahasa, oleh kemampuannya untuk mengekspresikan pikiran secara akurat dan meyakinkan. Seni keterampilan berbicara sering disebut retorika.

Quintiliano, bapak retorika Romawi, mengatakan: "Hanya orang yang berbicara dengan baik yang benar-benar manusia." Dalam dunia musik ada lelucon yang mengatakan: "Bermain piano itu tidak sulit! Orang-orang hanya menempatkan jari yang tepat, pada waktu yang tepat, pada skala yang tepat." Lelucon dunia musik di atas juga dapat diterapkan pada ilmu retorika: "Berbicara tidak sulit! Kita hanya perlu mengucapkan kata-kata yang tepat, pada waktu yang tepat, kepada pendengar yang tepat."

Sebenarnya, berbicara tidak mudah. Untuk menjadi orang yang pandai, dibutuhkan pelatihan yang sistematis dan tekun. Sejarah telah membuktikannya! Orang-orang terkenal seperti: Demosthenes, Cicero, Napoleon Bonaparte, Winston Churchill, Adolf Hitler, J.F Kennedy, Martin Luther King adalah orang-orang yang menjadi terkenal berkat pelatihan yang teratur, sistematis dan rajin.


Jadi mengapa kita perlu belajar retorika?

Orang sering berkata, "Dia tahu banyak, dia tidak bisa mengungkapkannya dengan baik. Dia tidak bisa mengekspresikan pikirannya dengan meyakinkan." Sangat menyedihkan ketika orang memiliki pengetahuan yang berguna, tetapi mereka tidak dapat mengkomunikasikannya secara mengesankan dan meyakinkan kepada orang lain. . Ini adalah contoh mengapa retorika diperlukan.

Jadi apa sebenarnya retorika?

Retorika adalah berarti seni berbicara yang baik , yang dapat dicapai berdasarkan bakat alami dari diri sendiri dan keterampilan teknis. Sekarang retorika didefinisikan sebagai seni berbicara dengan baik, yang digunakan dalam proses komunikasi antara orang-orang. Seni berbicara tidak hanya berarti berbicara dengan lancar tanpa cara berpikir yang jelas dan bahagia, tetapi juga kemampuan untuk berbicara dan memberikan pidato yang singkat, jelas, singkat dan mengesankan.

Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, kreativitas dan fantasi yang tinggi, teknik wahyu yang tepat dan kekuatan cobaan dan penilaian. Retorika modern adalah kombinasi yang harmonis antara pengetahuan, pikiran, seni, dan kemampuan untuk berbicara. Dalam bahasa populernya retorika dapat diartikan di tempat yang tepat, dalam waktu yang tepat, dengan cara yang lebih sangat efektif, sehingga dapat mengucapkan kata-kata yang tepat, benar, sehingga berdampak seperti mengesankan. Itu berarti kita harus dapat berbicara dengan jelas, singkat dan efektif. Jelas, maka itu mudah dimengerti; singkat untuk menghemat waktu dan sebagai tanda kecerdasan; dan efektif karena apa gunanya jika berbicara tidak berpengaruh?

Dalam konteks ini, pepatah Cina mengatakan: "Seseorang yang banyak menembak tidak selalu merupakan penembak yang baik, dan orang yang banyak berbicara tidak selalu berarti orang yang berbicara dengan baik."

Alasan untuk belajar retorika:

Quintiliano berkata: "Tidak ada hadiah yang lebih indah, yang diberikan oleh para dewa, selain kemuliaan bicara."

St Agustinus, yang juga muncul kembali, berkata: "Kemampuan untuk berbicara adalah seni yang meliputi segalanya."

Martin Luther berargumen: "Dia yang berbicara dengan baik adalah manusia; karena berbicara adalah kebijaksanaan; dan kebijaksanaan berbicara."

Dalam sebuah papirus yang ditemukan di sebuah makam kuno di Mesir ia berkata: "Menjadi ahli dalam pidato, karena dengan begitu Anda akan menang."

Jadi mengapa kita perlu belajar retorika? Mengapa kita ingin menguasai seni bicara?

Dalam masyarakat, para pemimpin atau orang-orang berpengaruh yang terampil berbicara biasanya dicari. Juga di bidang lain, seperti industri, ekonomi dan sektor sosial, kemampuan berbicara atau kemampuan menggunakan bahasa secara efektif sangat dapat diandalkan. Penguasaan keterampilan bahasa dan berbicara adalah alasan utama untuk kesuksesan orang terkenal dalam sejarah dunia seperti: Demosthenes, Socrates, J. C├ęsar, St. Augustine, St. Ambrose, Martin Luther, Martin Luther King, JF Kennedy, Sukarno dan lainnya.

Dalam sejarah dunia, kemampuan untuk berbicara atau berpidato adalah instrumen utama untuk mempengaruhi massa. Bahasa digunakan untuk meyakinkan orang lain. Ketidakmampuan untuk menggunakan bahasa, sehingga tidak jelas kapan mengekspresikan masalah atau pemikiran dapat berdampak negatif pada kehidupan dan pekerjaan seorang pemimpin. Oleh karena itu, pengetahuan yang tepat tentang retorika dan ilmu komunikasi akan membawa manfaat bagi orang-orang di bidang tertentu.

Banyak pria dan wanita dalam sejarah mencapai sukses besar dalam kehidupan dan karier mereka sebagai pemimpin, berkat penguasaan ilmu retorika. Karena penguasaan teknik berbicara akan meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan perasaan kepastian kepada orang yang bersangkutan. Bagi para pemimpin, retorika adalah alat penting untuk memengaruhi dan mengendalikan manusia. Bagi penjual, kemampuan berbicara merupakan cara penting untuk membeli dan menjual barang dagangan.

Mereka yang menguasai ilmu retorika dan menggunakannya dengan benar akan menemukan kesuksesan dalam hidup dan pekerjaan mereka!

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya